Selasa, 29 Januari 2019

PRODUCTIVITY (PRODUKTIVITAS)

Productivity berasal dari bahasa inggris yang artinya kemampuan untuk menghasilkan sesuatu, baik barang ataupun jasa. Di dalam industri manufaktur, productivity atau produktivitas dapat diartikan sebagai rasio perbandingan antara hasil output dengan input (penggunaan sumber daya). Produktivitas merupakan sebuah parameter yang digunakan untuk mengetahui hasil kinerja dari sebuah organisasi atau perusahaan.
Produktivitas menggunakan satuan persentase, dimana jika produktivitas mencapai nilai 100% ataupun mendekati nilai 100% maka akan dikatakan baik. Namun, ada juga nilai produktivitas yang melebihi 100%. Hal itu bisa dilakukan dengan syarat perusahaan tersebut benar – benar mampu menekan sumber daya yang dimilikinya ketika sedang melakukan proses, sehingga terjadi efisiensi. Salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan adalah dengan terus melakukan continuous improvement atau kaizen dalam bahasa jepangnya.
Berikut ini adalah rumus untuk menghitung efisiensi : 
Efisiensi = (Output x Waktu Standar) / (Input x Waktu Kerja) x 100%
Keterangan :
Output = jumlah produk yang dihasilkan (pcs)
Waktu standar = waktu yang tersedia untuk menghasilkan 1 unit produk (menit / pcs)
Input = jumlah tenaga kerja yang dipergunakan (orang)
Waktu kerja = total waktu yang tersedia untuk bekerja (menit)
Apabila kita ingin menaikkan nilai efisiensi dalam bekerja, maka kita bisa melakukan hal – hal seperti berikut ini :
1. Increase output (meningkatkan hasil produksi)
Dengan meningkatkan hasil produksi namun dengan jumlah tenaga kerja yang tetap, maka secara otomatis biaya yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja nilainya sama namun output produksi yang dihasilkan lebih banyak. Hal ini tentu saja berdampak pada peningkatan efisiensi tenaga kerja. Contoh cara yang bisa dilakukan untuk menaikkan output adalah dengan cara meningkatkan speed dalam kerja, atau dengan menghilangkan 7 waste dalam proses produksi.
2. Reduce manpower (mengurangi jumlah tenaga kerja)
Dengan mengurangi jumlah tenaga kerja namun dengan target output yang sama, maka secara otomatis biaya yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja akan berkurang. Sehingga akan terjadi efisiensi biaya namun tidak mengurangi pencapaian hasil produksi.
Terima kasih telah mengunjungi blog saya,semoga ilmunya bisa bermanfaat bagi kita semua.