Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Pengertian revolusi industri. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Pengertian revolusi industri. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Oktober 2020

REVOLUSI INDUSTRI 4.0


Dewasa ini sering kita dengar tentang kata - kata revolusi industri 4.0. Revolusi Industri 4.0 seperti tidak asing lagi di telinga kita. Revolusi industri 4.0 identik dengan kemajuan informasi & teknologi di bidang industri atau manufaktur. Di Indonesia sendiri, perkembangan teknologi dan informasi terjadi begitu cepat seiring dengan perkembangan zaman.

Bila pada era revolusi industri 3.0 dimulai dengan mesin yang dapat bergerak secara otomatis, (komputer dan robot), pada revolusi industri 4.0 produksi dibuat secara massal dengan menggunakan peralatan digital yang berteknologi canggih. 

Tidak dapat dipungkiri, perlahan semua sudah beralih ke arah digital. Sehingga interaksi antara manusia dan teknologi sudah tidak terelakkan lagi. Semua pemenuhan kebutuhan kini sudah tersedia secara digital, mulai dari jual-beli, jasa, hingga transaksi pembayaran. 

Revolusi Industri 4.0 adalah sebuah perubahan dimana proses produksi suatu barang menggunakan mesin sebagai tenaga penggerak dan pemroses. Revolusi industri ini hadir untuk menjawab permasalahan efektifitas dan efisiensi dalam memproduksi suatu barang.

Revolusi Industri 4.0 mengintregasikan antara teknologi cyber dan teknologi otomatisasi. Dampak era revolusi industri 4.0 yaitu dalam proses produksinya tidak lagi memberdayakan tenaga kerja manusia karena sudah menerapkan konsep otomatisasi mesin, teknologi digital dan internet.

Dampak industri 4.0 yaitu tingkat efektifitas dan efisiensi waktu bisa meningkat secara drastis. Di mana waktu proses adalah hal yang berharga dalam dunia industri. Dengan adanya teknologi industri 4.0, berarti proses produksi dan penerimaan informasi semakin cepat dan efisien, pengambilan keputusan dalam tim manajemen pun bisa lebih cepat. 

Di samping manfaat revolusi industri 4.0 terhadap bidang industri, manfaat teknologi juga bisa dirasakan oleh semua orang. Saat ini akses informasi sangat mudah dan bisa dilakukan kapan dan di mana saja dengan adanya jaringan internet.

(Baca juga : pengertian lean six sigma, penggabungan konsep dari toyota dan motorola)

Salah satu contoh dari penerapan industri 4.0 adalah sistem scanning untuk proses penyimpanan data informasi (seperti data output produksi, data cacat produk, daftar material, daftar mesin, dan lain - lain) dengan menggunakan aplikasi android. Dari scanning data menggunakan smartphone, data akan langsung terintegrasi dengan sistem ERP di perusahaan. Jajaran top manajemen bisa lebih mudah dalam mengambil kebijakan secara cepat terkait masalah yang sedang terjadi di perusahaannya tanpa berlama - lama. 

Berikut ini adalah urutan sejarah perkembangan revolusi industri dari era industri 1.0 hingga era industri 4.0 :

1. Revolusi industri 1.0

Revolusi industri pertama atau 1.0 dimulai pada abad ke-18. Hal itu ditandai dengan penemuan mesin uap untuk upaya peningkatkan produktivitas yang bernilai tinggi. Misalnya di Inggris, saat itu, perusahaan tenun menggunakan mesin uap untuk menghasilkan produk tekstil.

2. Revolusi industri 2.0

Revolusi industri kedua atau 2.0 dimulai pada tahun 1900-an. Revolusi industri 2.0 ditandai dengan ditemukannya tenaga listrik. Tenaga otot dan mesin uap sudah tergantikan oleh tenaga listrik. Walaupun begitu, masih ada beberapa kendala yang menghambat proses produksi di pabrik, yaitu masalah transportasi. Untuk mengatasi kendala tersebut maka di akhir 1800-an, mulai dikenal mobil dan mulai diproduksi secara massal. Produksi massal ini membutuhkan proses yang lama dalam penyelesaiannya karena pada proses perakitan mobil dibutuhkan banyak orang, artinya untuk proses perakitan masih membutuhkan tenaga manusia.

(Baca juga : pengalaman kerja di pabrik jepang)

Seiring dengan perkembangan, mulai ditemukan dan sekaligus digunakan "ban berjalan" atau conveyor belt pada 1913. Ban berjalan mengakibatkan proses produksi berubah total karena untuk menyelesaikan satu mobil, tidak diperlukan satu orang untuk merakit dari awal hingga akhir. Setiap orang akan menajdi spesialis yang mengurus satu bagian saja. Para perakit tersebut juga dibantu oleh alat-alat yang menggunakan tenaga listrik, sehingga pekerjaan tersebut jauh lebih mudah dan murah daripada tenaga uap. Revolusi industri 2.0 ini juga berdampak pada kondisi militer pada perang dunia II. Ribuan tank, pesawat, dan senjata diciptakan dari pabrik-pabrik yang menggunakan lini produksi dan ban berjalan.

3. Revolusi industri 3.0 

Revolusi industri ketiga atau 3.0 dilakukan pada tahun 1970 atau 1990-an. Revolusi industri volume tiga ditengarai oleh perkembangan semikonduktor dan proses otomatisasi industri. Dengan kata lain, dunia sedang bergerak memasuki era digitalisasi. Industri manufaktur, industri kesehatan, industri pertanian dan sebagainya. Otomatisasi peralatan industri menggantikan peran manusia dalam prosesnya. Pada satu sisi perkembangan teknologi digital ini mempermudah pekerjaan manusia. Akan tetapi pada sisi yang lainnya ada resistensi dari para pekerja yang merasa pekerjaannya terancam tergantikan oleh peralatan yang mampu bekerja secara otomatis.

4. Revolusi industri 4.0

Pada revolusi industri keempat atau 4.0 efisiensi mesin dan manusia sudah mulai terkonektivitas dengan teknologi internet.  Jerman merupakan Negara pencetus adanya Industri 4.0 yang ditandai dengan strategi teknologi canggih pemerintah yang mengutamakan komputerisasi pabrik.

Rabu, 18 Agustus 2021

Revolusi Industri 1.0



Revolusi industri adalah suatu perubahan besar terhadap cara manusia dalam mengolah sumber daya dan memproduksi barang. Revolusi industri 1.0 terjadi antara tahun  1750 hingga tahun 1850. Pada waktu itu, telah terjadi perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi. Akibat perubahan tersebut ikut berpengaruh terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia.

Revolusi industri 1.0 ditandai dengan penemuan mesin uap yang digunakan untuk proses produksi barang. Pada waktu itu, di negara Inggris, mesin uap digunakan sebagai alat tenun mekanis pertama yang dapat meningkatkan produktivitas industri tekstil. Peralatan kerja yang awalnya bergantung pada tenaga manusia dan hewan akhirnya digantikan dengan mesin.


Tidak hanya itu, mesin uap juga digunakan pada bidang sarana transportasi. Transportasi internasional pada waktu itu adalah transportasi laut yang masih menggunakan tenaga angin. Namun, terkadang angin tidak dapat sepenuhnya diandalkan karena bisa saja bertiup dari arah yang berlawanan atau bahkan tidak ada angin sama sekali. Dengan menggunakan mesin uap, kapal bisa berlayar selama 24 jam penuh selama terdapat kayu dan batu bara sebagai bahan bakar uap.

(Baca juga : revolusi industri 4.0)

Revolusi industri 1.0 meningkatkan rata-rata pendapatan perkapita negara-negara di dunia menjadi enam kali lipat. Revolusi industri 1.0 berakhir pada pertengahan tahun 1800.

Itulah sekilas pengertian mengenai revolusi industri 1.0, terima kasih telah berkunjung ke blog saya, semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Kamis, 19 Agustus 2021

Revolusi Industri 3.0



Bila pada revolusi industri 1.0 dimulai dengan mesin uap, revolusi industri 2.0 dimulai dengan ban berjalan (conveyor) dan listrik, maka revolusi industri 3.0 ini dimulai dengan mesin yang dapat bergerak secara otomatis, yaitu komputer dan robot.

Komputer pertama yang dikembangkan di era Perang Dunia II berfungsi sebagai mesin untuk memecahkan kode buatan Nazi Jerman. Komputer itu bernama Colossus. Komputer yang dapat diprogram tersebut merupakan mesin raksasa sebesar ruang tidur yang tidak memiliki RAM. Komputer hanya menerima perintah melalui pita kertas yang membutuhkan daya listrik sangat besar, yaitu sebesar 8.500 watt.

(Baca juga : revolusi industri 4.0)

Kemajuan teknologi komputer berkembang cukup pesat sejak Perang Dunia II selesai. Penemuan semikonduktor, transistor, dan kemudian integrated chip (IC) membuat ukuran komputer semakin kecil, listrik yang dibutuhkan semakin sedikit, serta kemampuan berhitungnya semakin canggih. Mengecilnya ukuran tersebut membuat komputer bisa dipasang di mesin-mesin yang mengoperasikan lini produksi. Komputer pun mulai menggantikan banyak manusia sebagai operator dan pengendali lini produksi.

Otomatisasi peralatan industri menggantikan peran manusia dalam prosesnya. dalam hitungan jam, banyak produk yang dapat dihasilkan. Pada revolusi industri 3.0, dunia bisnis mulai memperhatikan penekanan biaya produksi Demi mengurangi biaya produksi, maka dilakukanlah konsep pemindahan pabrik ke negara dengan biaya yang lebih rendah.

Itulah sekilas pengertian mengenai revolusi industri 3.0, terima kasih telah berkunjung ke blog saya, semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Revolusi Industri 2.0



Revolusi industri 2.0 terjadi di awal abad ke-20, yaitu antara tahun 1870 hingga awal Perang Dunia I. Revolusi ini ditandai dengan penemuan tenaga listrik. Tenaga otot yang saat itu sudah tergantikan oleh mesin uap, perlahan mulai tergantikan lagi oleh tenaga listrik. Meski demikian, masih terdapat kendala yang menghambat proses produksi di pabrik, yaitu masalah pada transportasi. 

Untuk merakit mobil, proses perakitan harus dilakukan oleh banyak orang dalam waktu yang bersamaan. Revolusi industri 2.0 telah menciptakan “lini produksi” atau assembly line dengan menggunakan “ban berjalan” atau conveyor belt pada tahun 1913. 

(Baca juga : revolusi industri 1.0)

Para perakit mobil dilatih untuk bisa menjadi spesialis yang mengurus satu bagian pekerjaan saja. Para perakit mobil melakukan pekerjaannya dengan bantuan alat-alat yang menggunakan tenaga listrik, yang jauh lebih mudah dan murah daripada tenaga uap. 

Penemuan ini kemudian diikuti dengan kemunculan pesawat telepon, serta pesawat terbang yang mengubah wajah dunia secara signifikan.

Revolusi industri 2.0 berdampak pada kondisi militer pada Perang Dunia II. Ribuan tank, pesawat, dan senjata diproduksi dari pabrik-pabrik yang menggunakan lini produksi dan ban berjalan. Hal ini terjadi karena adanya produksi massal (mass production)

Manajemen bisnis pun mengalami perkembangan yang memungkinkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi fasilitas industri. Hal itu ditandai dengan terbentuknya divisi-divisi pekerjaan dimana setiap pekerja hanya bekerja dalam bagian tertentu dari seluruh proses pekerjaan.

Itulah sekilas pengertian mengenai revolusi industri 2.0, terima kasih telah berkunjung ke blog saya, semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Sabtu, 05 Oktober 2019

PENGERTIAN MANAJEMEN DAN SEJARAH MANAJEMEN

1. Pengertian Manajemen
Manajemen merupakan seni untuk menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Hal ini dapat diartikan bahwa seorang manajer bertugas untuk mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berkaitan dengan pencapaian tujuan yang dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sedangkan efisien berarti bahwa tugas yang ada telah dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal atau rencana awal.
2. Sejarah Manajemen
Sebelum abad ke-20, telah terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam buku tersebut, dikemukakan tentang keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang.
Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Namun, bila setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan dua puluh peniti sehari.
(baca juga : toyota ways)
Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan cara :
(1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja
(2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas
(3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.
Peristiwa penting kedua yang berpengaruh terhadap perkembangan ilmu manajemen yaitu Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya aktifitas produksi dari rumah menuju tempat yang khusus yang disebut dengan "pabrik." Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain. sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.
(baca juga : lean manufacturing)
Era Ilmiah
Frederick Winslow Taylor dalam bukunya, Principles of Scientific Management, pada tahun 1911. Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah sebagai "penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan." Perkembangan manajemen ilmiah juga didorong oleh munculnya pemikiran baru dari Henry Gantt dan keluarga Gilberth.
Henry Gantt pernah bekerja bersama Taylor di Midvale Steel Company, telah menggagas ide bahwa seorang mandor harus mampu memberikan pendidikan kepada karyawannya untuk bersifat rajin (industrious) dan kooperatif. Ia juga beehasil mendesain sebuah grafik untuk membantu kontrol manajemen yang disebut sebagai Gantt chart yang berfungsi untuk merancang dan mengontrol pekerjaan. Frederick Winslow Taylor adalah tokoh penemu time study, sedangkan Gilberth adalah tokoh penemu motion study. Kedua penemuan tersebut menjadi cikal bakal lahirnya keilmuwan teknik industri.
Sementara itu, pasangan suami-istri Frank dan Lillian Gilbreth telah berhasil menciptakan micromotion, yaitu sebuah alat yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja beserta lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut. Alat tersebut digunakan untuk menciptakan sistem produksi yang lebih efisien.
Pada era ini juga telah ditandai dengan hadirnya teori administratif, yaitu tentang teori mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen yang baik. Pada awal abad ke-20, seorang industriawan Perancis bernama Henri Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama dalam manajemen, antara lain : merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang.
(baca juga : kaizen)
Era Modern
Pada era manajemen modern ditandai dengan hadirnya konsep manajemen kualitas total (total quality management—TQM) pada abad ke-20 yang diperkenalkan oleh beberapa guru manajemen, yang paling terkenal di antaranya W. Edwards Deming (1900–1993) and Joseph Juran (lahir 1904). Deming, seorang berkebangsaan Amerika, dianggap sebagai Bapak Kontrol Kualitas di Jepang. Deming berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan berasal dari kesalahan pekerja, melainkan disebabkan karena kesalahan sistemnya.
3. Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen dibagi menjadi 3 bagian, yaitu perencanaan, pengorganisasian, dan pengarahan.
1. Perencanaan (planning)
Merupakan aktifitas dalam memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan.
2. Pengorganisasian (organizing)
Merupakan aktifitas untuk membagi - bagi kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
3. Pengarahan (directing)
Merupakan suatu tindakan untuk mengupayakan agar semua anggota kelompok dapat berusaha dalam mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Selasa, 13 Oktober 2020

KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)

Kepemimpinan (leaderhip) merupakan sebuah keterampilan praktis yang mencakup kemampuan seseorang atau sebuah organisasi untuk memimpin atau membimbing orang lain, tim, atau organisasi.   

Dalam pengertian yang lain,  pengertian kepemimpinan adalah sebuah kemampuan atau kekuatan di dalam diri seseorang untuk memimpin dan mempengaruhi orang lain dalam hal bekerja, dimana tujuannya adalah untuk mencapai target (goal) yang telah ditentukan.  

Sedangkan pengertian dari pemimpin adalah seseorang yang diberi kepercayaan sebagai ketua dalam sistem di sebuah organisasi/ perusahaan. Oleh karena itu seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memandu dan mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang.  Secara umum, seorang pemimpin (leader) memiliki aura karismatik di dalam dirinya serta memiliki visi misi yang jelas, mampu mengendalikan apa yang dipimpin, dan tentunya pandai dalam berkomunikasi.

(baca juga : pengertian manajemen dan sejarah manajemen)

Pemimpin yang paling efektif adalah pemimpin yang mampu menyesuaikan gaya memimpin dan beradaptasi dengan berbagai situasi.

Setiap organisasi memerlukan kerjasama antar manusia dan menyadari bahwa masalah manusia yang utama adalah masalah kepemimpinan. Dan setiap pemimpin organisasi pasti memiliki gaya kepemimpinan berbeda -beda. 

(baca juga : pengertian revolusi industri 4.0)

Berikut ini adalah beberapa gaya kepemimpinan yang ada dalam organisasi: 

1. Kepemimpinan birokrasi

Gaya kepemimpinan birokrasi dilakukan dengan cara mengatur berbagai hal dengan secara sistematis. Gaya kepemimpinan ini umumnya dapat ditemukan pada kantor/ instansi pemerintahan dan perusahaan besar yang telah mempunyai budaya organisasi yang kuat sejak lama.

2. Kepemimpinan otokratis

Gaya kepemimpinan otokratis menempatkan seorang pemimpin yang dominan dalam berbagai pengambilan keputusan dan tindakan.  Gaya kepemimpinan seperti ini dapat ditemukan pada organisasi kemiliteran.

3. Kepemimpinan delegatif

Gaya kepemimpinan delegatif memungkinkan para bawahan untuk mendapat kebebasan dari para pemimpin.  Bawahan memiliki ruang untuk mengambil keputusan atau melakukan sesuatu sesuai dengan yang mereka yakini.

4. Kepemimpinan partipasif

Gaya kepemimpinan partisipatif memberikan kesempatan bagi para bawahan untuk ikut berpartisipasi lebih banyak dalam membuat sebuah keputusan. Biasanya gaya kepemimpinan seperti ini dapat ditemukan pada perusahaan startup ataupun organisasi nirlaba. 

(baca juga : cara mengecek ongkir JNE)

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat.


Rabu, 21 Oktober 2020

WORKSHOP (BENGKEL TEKNIK)

Pada industri manufaktur, pasti memiliki departemen yang berfungsi untuk mendukung kinerja peralatan produksi. Departemen tersebut bertugas untuk memperbaiki dan membuat alat yang berguna untuk mempermudah atau melancarkan produksi. 

Workshop (bengkel teknik) merupakan sebuah area yang menyediakan ruang dan peralatan untuk melakukan konstruksi atau manufaktur, dan/atau memperbaiki benda. Sedangkan pengertian perbengkelan yaitu pengetahuan dan keterampilan tentang peralatan dan metode untuk membuat, membentuk, mengubah bentuk, merakit, ataupun memperbaiki suatu benda menjadi bentuk yang baru atau kondisi yang lebih baik secara manfaat maupun estetika.

(Baca juga : mesin CNC)

Perbengkelan merupakan sebuah ilmu yang telah berkembang bahkan sebelum Revolusi Industri. Hal ini disebabkan karena bengkel adalah satu-satunya tempat untuk membuat alat hingga berkembangnya industri manufaktur besar dengan mesin uapnya.


Perbengkelan umumnya dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan : 
1. Bahan yang dikonstruksi (batu, kayu, atau logam
2. Pemanfaatannya (bengkel alat dan mesin pertanian, bengkel kendaraan bermotor, bengkel industri, bengkel kereta api, dan sebagainya).

Senin, 12 Oktober 2020

QUALITY AWARENESS (KESADARAN KUALITAS)



Kualitas merupakan sesuatu yang diharapkan oleh semua konsumen dalam keadaan puas, baik secara produk maupun pelayanan pengirimannya. Oleh sebab itu setiap perusahaan berlomba - lomba untuk meningkatkan kualitas usahanya dengan cara memberikan kesadaran kepada para karyawannya.

Quality awareness dalam bahasa Indonesia berarti kesadaran kualitas. Jika kita uraikan dengan seksama, quality awarness adalah kesadaran untuk memperhatikan kualitas dalam proses produksi mulai dari menerima barang, memproses barang, hingga mengirimkan barang. 

Quality awarness merupakan sebuah filosofi yang tidak boleh dilupakan oleh setiap karyawan yang terlibat dalam produksi, baik langsung maupun tidak langsung. Quality awarness sangat penting, karena berkaitan dengan kepercayaan pelanggan terhadap produk kita.


Bila kita bisa menjaga mutu atau kualitas barang yang kita buat, pelanggan akan merasa puas dan otomatis akan percaya untuk membeli produk kita kembali. Namun sebaliknya, jika pelanggan atau customer sudah tidak percaya dengan kualitas produk yang kita buat, otomatis dia akan meninggalkan kita dan tidak akan membeli produk kita lagi. Pelanggan akan beralih untuk memesan produk ke produsen yang lain, hal ini menjadi kerugian bagi kita dan berakibat pada berakhirnya bisnis perusahaan.


Pada proses produksi, operator produksi dan operator QC diberi tanggung jawab untuk menerapkan prinsip 3T, yaitu :

1. Tidak menerima produk cacat
Jika operator produksi atau QC menerima material yang cacat, maka operator produksi atau QC tidak boleh menerimanya. Material tersebut tidak boleh diproses dan harus disingkirkan dari meja kerja produksi.

2. Tidak membuat produk cacat
Operator produksi tidak boleh membuat produk cacat. Jika produk yang dibuat cacat dan sampai ke pelanggan, maka produk tidak akan laku untuk dibeli dan berakibat pada menurunnya kepercayaan pelanggan.

3. Tidak mengirimkan produk cacat
Jika operator QC menemukan cacat produk, maka produk tersebut tidak boleh dikemas dan dikirimkan ke pelanggan. Jika memungkinkan untuk diperbaiki, bisa diperbaiki. Namun jika tidak memungkinkan untuk diperbaiki (cacat parah), maka produk tersebut harus disingkirkan dan tercatat sebagai limbah atau waste.


Itulah sekilas pengertian mengenai Quality awarness, terima kasih telah berkunjung  ke blog saya, semoga artikel ini bisa bermanfaat. Silahkan dishare jika perlu.